KomPak! Kaos Komik Ngapak!

KomPak! Kaos Komik Ngapak!

Okeh, hari ini jadwal lagi-lagi lumayan padat *cuihh*. Sebelum subuh udah dibangunkan oleh gemericik air hujan yang tumben banget dateng saat itu, nggak kayak biasanya. Jam 7 pagi, udah mulai ngolah buku paket siswa kelas 9, sampai tadi, bikin rekap dan daftar siswa bandel yang susah banget buat ngembaliin buku ke perpustakaan. Hmm.. lumayan nguras tenaga, tapi saya senang, 90% siswa kelas 9 ternyata cukup antusias dengan perpustakaan, simpelnya, mereka yang sebenarnya cuma mau ngembaliin buku, jadi mampir dan duduk-duduk serta baca-baca untuk waktu yang cukup lama, dan INI NGGAK SEPERTI BIASANYA. Entah memang niat, atau karena mereka udah ‘sadar’ sebentar lagi udah nggak sekolah di sini lagi, jadi memakai aji eman-eman, mumpung masih disini (mungkin!).

Hemmm.. mukadimah yang lumayan panjang, hampir 100 kata. hehehhee.

“Maring Bali, ana kaos Joger, neng Jogja, genah ana Dagadu.. nah.. neng Purbalingga? Anane apa ya?”

Sepotong kalimat yang meletus dari mulut si Parjo, yang sempat meluap juga di benak saya. Pertanyaan yang simpel, lugu, tapi nunjlep!

Seperti yang saya lihat, banyak sekali souvenir cantik entah berupa barang antik atau sekedar kaos, hadir di setiap daerah di Indonesia, terutama mereka yang memiliki obyek wisata keren. Sebagai contoh Bali yang memiliki obyek wisata yang begitu banyak itu, juga memiliki “souvenir” yang khas, mulai dari barang antik, sandal, gantungan kunci, dan satu yang terkenal tentunya, kaos Joger.

Contoh kedua adalah Jogja, udah jelas, mereka punya kaos Dagadu, yang menjadi kebanggaan “turis” lokal dan mancanegara. “Pokoknya kalo ke Jogja nek belum beli Dagadu Aseli, belom mantep!” Kata si Jabrig.

Sekarang ke kota sendiri. Purbalingga. Pasti udah tau semua, kalo Purbalingga itu sekarang udah nggak kaya dulu lagi, udah lebih maju terutama dalam bidang pariwisata. Owabong, Taman Reptile, Museum Wayang, dan beberapa objek wisata lain yang bisa dikunjungi setiap hari.

Nah, dengan kemajuan pariwisata itu, beberapa orang mungkin pernah berpikir bagaimana meningkatkan atau menambah “ciri khas” dari Purbalingga, entah dengan membuat obyek wisata baru, menambah beberapa wahana yang HANYA ADA DI PURBALINGGA, atau dengan berpromosi, membuat iklan, film, musik, lagu, video klip, dan lain sebagainya.

Disinilah saya mulai tertarik untuk ikut berpromosi tentang HANYA ADA DI PURBALINGGA, dengan membuat konsep lain dari yang lain.

Kaos Komik Ngapak alias KOMPAK, adalah sebuah ide yang beberapa hari *sampai sekarang* nyantol di pikiran saya. Ya, saya menginginkan sebuah ‘konsep’ lain dalam berkaos.

‘Konsep’ lain yang saya miliki adalah bagaimana menyajikan beberapa buah ‘ide’, yaitu gambar/komik dan bahasa serta keseharian di sekitar saya ke dalam sebuah kaos.

Gambar/Komik

Pada awalnya, saya nggak kepikiran memasukan gambar ke dalam konsep saya ini, tapi belakangan, gambar malah menjadi unsur utama dalam konsep ini. Secara sederhana, saya berpikir “aku bisa nggambar, kenapa ra nggambar neng kaos bae?”, selain itu, media gambar lebih mudah dicerna daripada kata-kata.

Bahasa

Bahasa yang saya gunakan dalam konsep kaos ini adalah Ngapak, bahasa asli Banyumas, yang digunakan oleh seluruh warga aseli Purbalingga. Karakter kasar, kuat, ngotot, bebas, keras dan apa adanya sehingga terkesan urakan, sangat cocok dengan karakter masyarakat aseli Banyumas (source: bHFd_bfQzcJ:sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/Beberapa-Karakter-Orang-Banyumas-Sugeng-Priyadi.pdf+karakter+banyumas&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESidY70dECZOb7-HXrXzFgXh-BcNPYJk_-hEs16QKCuEh8agJ9QbOXw74KKPEMwqFG9s_0LV0PPKNnqrF9dMVvtFb9I1xyAIj7DOEqwB6Iie_rw63FsUeEbP8Sf59XlMZdkO1FQf&sig=AHIEtbR3m2HU1yVTZ6_A--aSxilyirQ64w" target="_blank">disini). Ini yang selama ini menjadi ciri khas orang Purbalingga, yang saya masukkan bersama kaos, sehingga menguatkan ide cerita.

Keseharian

Ide yang saya ambil dan sampaikan adalah keseharian serta apa-apa yang sering terjadi atau malah sudah menjadi kebiasaan orang-orang di Purbalingga. Tentu dari yang bagus banget, sampai yang nggak ketulungan jeleknya. It’s OK menurut saya.

Oke, sekarang ke previewnya. Cekidot mas..

Desain entah ke berapa, “Tukang Parkir”

klik gambar buat memperjelas kalo kurang jelas..

Gambar di atas adalah salah satu ide komik yang sedang saya realisasikan ke dalam kaos. Sebenarnya sebelum “Parkir” muncul, ada ide-ide lain, tapi entah kenapa, Parkir menjadi ide pertama yang siap dicetak.

Nah, sekarang jika gambar tentang Parkir tadi diaplikasikan ke dalam kaos.. akan jadi seperti ini…

klik gambar nggo memperbesar...

Alhamdulillah, untuk merealisasikan desain pertama saya ini, WaroengOblong bersedia membantu, dan mungkin untuk seterusnya, jika ada desain lain, akan saya hadirkan melalui WaroengOblong juga *emang kaos ini bakal laku? hahahha*

Mungkin ide ini nggak diterima, atau mungkin dikritik, atau dibuang mentah-mentah. Tapi, kasih komentar! dukungan, hujatan dan air ludah pun saya terima! monggo!

*Oya, foto kaos yang udah jadi tunggu postingan berikutnya! Semoga saja!*