Sedikit tentang Wave Band

Sedikit tentang Wave Band

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebenernya udah lama banget pengen nulis tentang SFa Home Learning dan Wave Band, coz saya merasa, mereka juga menjadi bagian dari hidup saya. Hahaha.. alay, tapi begitulah adanya.

Wave, adalah sebagian kecil dari sekian banyak band indie Purbalingga. Ya, mereka berasal dari Kota Perwira, Purbalingga.

Wave sendiri terbentuk sudah lama, emang sih saya gak tau persis, tapi yang jelas, sampai sekarang punya empat personil. Willy sebagai vocal dan gitar, Topan di bass, Restu di Keyboard, dan Mukti  dengan drumnya, membuat Wave semakin solid dan kokoh (bangunan kalee.. :p) serta saling melengkapi satu sama lain.

Secara personal, mereka pun termasuk manusia-manusia yang wajar dan bisa hidup sebagai manusia normal, apa adanya, dan gak neko-neko. Memang, terkadang atau bahkan sering nyleneh, saling mengejek satu sama lain, dan tentu saja gila.

Kebetulan, mereka sering main ke rumah, sekedar ngobrak-abrik (pisss becanda gan) membuat profil band, atau mengedit foto untuk profil di fanpage mereka.

Sering secara gak sengaja saya ikut nimbrung di acara kumpul Wave brothers, dan gak sengaja pula saya jadi tahu sisi lain dibalik nama dan kesibukan Wave sendiri.

Kalo gak manggung, Wave brothers bisa dibilang sengklang alias gila.

Di luar kesibukannya manggung, Wave sering banget berbagi cerita-cerita konyol. Sebagai contoh, mungkin cuma orang cerdas yang bisa ngeluarin candaan semacam “Aaaiiigggghhhh………Alhamdulillah waregh,bungkang karo jangan kangkung tapi kan selilite opor.” (Aiighhhhh.. Alhamdulillah kenyang, makan pake sayur kangkung tapi selilite opor.”;) (from profilnya Mukti Wave di Facebook) :ngakak

atau

“Gep malam minggu apa malam jemuah kliwon,,ngengsreng gari ngengsreng koh,,,sing penting ya nek lunga2 mbok ya sikatan dipit cekene ababe ra mambu,,,bhahahaha” (Mau malam minggu atau malam jumat kliwon, mejeng tinggal mejeng aja situ! Yang penting kalo keluar jalan-jalan mbok ya sikat gigi dulu supaya mulute gak bau.. bahahahaha) (from profil facebooknya Topan sang bassist)

Ya, itu mungkin cuma sebagian contoh aja lawakan-lawakan gila yang sering terlontar dari keempat personilnya.

Lawakan² itu yang tujuannya emang cuma kidding itu memang terkesan membuat mereka seperti “gak pernah serius” dan sifat-sifat “sekepenake dewek” terasa melekat dalam diri personil Wave.

Namun, ternyata pendapat saya yang satu ini salah. Pengalaman ini saya temui kemarin, Sabtu sore, 13 November 2010.

Wave diundang sebagai bintang tamu dalam acara amal untuk korban Merapi yang diselenggarakan Kemangga, Keluarga Mahasiswa Purbalingga.

Selain Wave, Mainway juga ikut mengisi acara yang disponsori oleh BKKBN (sedikit kepikiran agak gak nyambung sama konsep acaranya, kok bisa ya KB jadi sponsor? hehehe). Akan tetapi, mungkin karena ada kepentingan, Mainway gak melaksanakan tugas sampai rampung, sehingga mau gak mau Wave mengisi acara sampai selesai. Dengan kata lain, single perform. Atau apalah saya kurang paham bahasa beginian. :Yb

Gini nih kalo lagi perform. :D :D

Single perform yang Wave tunjukkan ternyata bener-bener lain dari bayangan saya. Wave yang biasanya saat gak manggung sangat sangat gak wajar disebut manusia normal (pisssssssss gan :p ), bisa sangat serius dan bener-bener menghayati apa yang sedang dilakukan.

Ah.. ternyata satu pendapat saya salah, emang sih, terkadang gak serius, tapi kalo lagi perform. Wuiihhh.. aja salah! hahaha..

Malah muncul di pikiran saya, mungkin dari ketidakseriusan dan suka “ndagel” nya mereka itu adalah salah satu “strategi” merangkul para Wave Brothers, sebutan teman-teman dan fans Wave Band.

segitu dulu, oya, liat profil Wave lengkap di http://facebook.com/band.wave

dilanjut ntar lagi.

:cendolbig