Sering Ganti Template Blog? Efeknya Begini, lho..

afitsetiadi.com – Saya akui selama ngerumat blog personal ini ada banyak hal yang bisa saya dapatkan. Belajar dari nol, mulai dari nggak tahu apa-apa tentang blog, sampai nyadar bahwa salah satu yang mengasyikan adalah mainan template. Saking asyiknya, bisa sehari semalam utak atik template melulu. Ternyata, dari keasyikan main template blog, ada untung ruginya, lho. Nah di tulisan ini akan saya bahas untung rugi sering ganti template blog berdasarkan pengalaman pribadi dan baca-baca artikel dari berbagai sumber.

close up of clothes hanging on fabric - sering ganti template
Template seperti baju – Photo by Mike on Pexels.com

Template itu Seperti Baju

Secara sederhana, template itu ibarat baju/pakaian untuk blog/website kita. Dengan pemilihan tema warna dan bentuk yang pas, template yang dipakai pada blog bisa dibilang mewakili atau merepresentasikan apa isi blog yang sedang kita kembangkan.

Template sendiri menjadi sangat penting menurut saya, karena dengan template yang berkualitas, akan mempengaruhi performa blog. Baik dari segi traffic, kecepatan, dan utamanya tentu saja tampilan, semakin ciamik, semakin clean, terkesan semakin profesional.

Memilih Template Blog

Memilih template blog itu gampang-gampang susah. Dibilang susah, nyatanya tinggal pilih trus pasang, sesuaikan dengan kebutuhan. Dibilang gampang, lha kenyataan saking banyaknya template yang tersedia, bukannya menjadi mudah tapi saya sering terjebak dalam proses pemilihan template yang sesuai. Belum lagi setelah itu harus disetting ini itu. Inilah yang membuat memilih template itu gampang-gampang susah.

Untung Rugi Sering Ganti Template Blog

Sepengalaman saya, meng-eksplor website penyedia template, atau gampangnya, memilih template itu ada asiknya. Bagi yang “jarang jalan-jalan” seperti saya, menjelajahi template, memilih, unduh, pasang, copot, ganti, itu seperti sedang merelaksasi sekaligus merefresh otak. Kenapa demikian? Ya bisa dibilang pengganti piknik kali ya, jalan-jalannya eksplor website penyedia template. Hahaha.

Untung atau manfaatnya hanya sebatas itu? Nggak si, dengan sering ganti template, jadi paham mana template yang pas untuk web/blog pribadi, mana template yang cocok untuk web sekolah, untuk blog berita, landing page bisnis dan sebagainya. Jadi paham mana baju yang cocok sesuai bidangnya.

Bicara ruginya, tentu saja ada, bahkan mungkin banyak, tapi saya tulis beberapa saja. Yang jelas rugi waktu ya, Bro. Jelas saja, mulai dari searching, masuk ke website penyedia template, lihat-lihat, unduh dan coba satu-satu, lalu akhirnya kembali ke template pilihan pertama. Sering apa sering? Sering banget. Pokoknya udah kaya lagi jalan-jalan ke toko retail atau mall deh.

Efek lainnya adalah akan mempengaruhi performa blog baik pada mesin pencari seperti google dan tentu saja berpengaruh pada adsense yang dipasang. Namun hal ini bukan menjadi fokus saya karena keterbatasan ilmu yang saya pahami.

Terus Supaya Nggak Sering Ganti Template Gimana?

Sudah tau kan ya, karena banyak waktu terbuang hanya untuk melakukan pencarian template yang bagus (menurut ente sendiri), maka dari itu mending pelan-pelan dikurangi, coba fokus saja mengisi artikel atau tulisan. Coba fokus mencatat hal-hal nggak penting yang terlintas di pikiran ke dalam blog, coba fokus ngonten saja! Perkara template itu bisa ganti nanti ketika memang dibutuhkan, bukan pada saat “kepengin” saja.

Catatan pendek ini tidak lain sebagai pengingat untuk pribadi, yang mana terlalu banyak wasting time hanya mengejar template bagus tanpa dibarengi konten yang bermanfaat. Semoga setelah ini lebih baik lagi. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.

Barakallahufiikum.

Dukung Kami dengan Komentar Terbaikmu!

%d bloggers like this: